Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerpen

Kun Fayakun

#fiksimini(10) #cerpen #inongliterasi #belajarmenulis Kun fayakun Amar berlari lari di tepi pantai bersama Amira, wajah keduanya begitu polos dan ceria, mereka meloncat loncat kegirangan di antara riak dan ombak yang menghampiri. Amar bocah berusia tujuh tahun yang harus kehilangan kedua orang tuanya sejak bayi, orang tuanya meninggal karena korban tabrak lari. Almarhum ayahnya seorang pedagang sayur keliling yang menjaja sayurnya di komplek perumahan Permata. Di persimpangan jalan tetiba datang sebuah sepeda motor melaju dengan kecepatan kencang dan menabraknya dari belakang, ayahnya terjatuh, kepalanya kena tembok, dan meninggal di tempat kejadian karena banyak kehilangan darah. Empat puluh hari kemudian, ibunya menyusul ayahnya ke pangkuan ilahi. Sejak itu Amar menjadi yatim piyatu. Kemudian Amar diasuh neneknya. Tak lama berselang neneknyapun meninggal. Amar tinggal sebatang kara, sebelum neneknya meninggal ia menitipkan cucunya kepadaku untuk diasuh, aku sangat se...

Mata Pancing

#fiksimini(9) #challingeIL #InongLiterasi #cerpen Mata Pancing "Rima...jaga dirimu baik baik, abang akan mulai melaut malam ini". "Pamit Nadi pada istrinya Rima Anggraini, istrinya mengangguk dan mengantarkan Mata Lelaki usia 35 tahun itu berkaca kaca, sudah lama tak meninggalkan istrinya, apalagi kandungan istrinya sudah memasuki usia delapan bulan. Ia menitipkan istrinya pada ibunya yang baru tadi siang sampai dari Bireun. Nadi harus pergi malam ini, sejak perusahaan tambang pasir tempat ia bekerja ditutup, ia tidak mempunyai pekerjaan lagi, tabungannya semakin menipis, sementara kebutuhan keluarga tiap hari semakin bertambah, apalagi sebentar lagi istrinya akan melahirkan. Tawaran melaut ia peroleh dari sahabat kecilnya Imran, kala itu Nadi menanyakan pekerjaan kepada Imran sewaktu nongkrong di warung pak Mus. setelah meminta pendapat dari istri tawaran Imranpun ia terima, walau sempat terjadi konflik batin dalam dirinya. Akhirnya malam ini ia mem...

Apa Salah Ibuku

#fiksi(9) #cerpen #inongliterasi Apa Salah ibuku Tangisannya pecah setelah ia membukakan pintu kepadaku, telah lama kami tidak bertemu, sekitar lima tahun yang lalu, kini wajah cantiknya memucat, ada rona kesedihan yang mendalam terlihat dari wajahnya. Matanya menerawang menatap kosong kedepan. Ia terlihat sangat rapuh dan badannya sangat kurus. Banyak duka yang di alami selama ini, hidup pas pasan dengan tiga orang anak yang mulai beranjak remaja. Suaminya berprofesi sebagai guru PNS, sedangkan dia hanya seorang IRT. Kehidupannya yang bahagia kandas selama beberapa tahun belakangan ini. Semenjak suaminya berselingkuh dan menikah siri dengan teman seprofesinya yang satu sekolah. Sebenarnya isu miring tentang suaminya sudah lama berhembus, tetapi ia tidak mempercayainya, ia menganggap suaminya orang yang baik yang tak mungkin mengkhianatinya, apalagi ia sudah memberinya tiga anak yang parasnya sangat cantik dan ganteng. Tidak mungkin suaminya membuat malu keluarga besarn...

Berburu ayam hutan

Suara ayam hutan jantan di tepi danau membangunkanku. Suaranya yang nyaring melengking terdengar seantero jagat raya, " kukuruyuk...yuk, kukuruyuk...yuk, ia mengepak ngepak kedua sayapnya, bayangan tubuhnya yang mungil terlihat disinari cahaya redup sinar rembulan. "Maizar bangun..." ada buruan tuh, ujarku pada sobatku yang sedang tertidur pulas, ia tak menggema, tubuhnya sangat sulit di gerakkan, cuaca sangat dingin menusuk tulang, ia menarikkan penutup badannya sampai ke kepala. Ia sangat lelah seharian berburu sambil nyambi mencari rotan di belantara. Aku membiarkannya beristirahat, hanya bermodalkan lampu hemat energi aku beranjak keluar pondok, suasana sunyi senyap, irama suara jangkrik sesekali nyaring terdengar, lampu yang ku pegangpun cahaya mulai meredup karena akan kehabisan daya. Kuberanikan diri mengedap ngendap mencari jejak ayam bersembunyi. Terlihat ayam sedang bertengger di dahan pohon belimbing. Aku menangkapnya "Kreek..." kakiku terp...

Suami Perhatian part 2

Suami perhatian  Rina wanita yang kuat, semenjak suaminya meninggal setahun yang lalu, ia lebih suka menghabiskan waktu dan hari harinya di tempat kerja bersama teman temannya. Untuk mengisi waktu luang sepulang kerja ia pergi ke majlis taklim untuk memperdalam ilmu agama. Ia sangat cantik dan shalihah, ia selalu memakai jelbab panjang. Banyak lelaki yang ingin mengenalnya, serta ingin mempersuntingnya menjadi istri. Namun ia tidak segan menolak mereka dengan alasan ia tidak mau buru buru menikah kembali, ia masih setia dan sayang pada suaminya, dan masih takut kalau seandainya tidak ada lelaki yang sebaik almarhum suaminya. Ia selalu mendoakan almarhum dan menziarahi makamnya setiap ada waktu, silaturrahmi terhadap orang tua dan keluarga almarhumpun juga tidak berubah, malah semakin bertambah. Dua tahun sudah berlalu, tetapi ia masih betah dalam kesendirian, tanpa anak dan dan suami yang menemani. Tawaran lamaran dari kawan saudara dan kerabat juga datang silih berga...

Dilla

Ma...Dila pingin jalan jalan, rengek Dila pada mamanya Yanti yang sedang merajut." Sebentar ya sayang, sabar, bentar lagi kita jalannya, nunggu papa pulang dulu. Bisik Yanti pada anaknya. "Gak mau mama, maunya Dilla sekarang !", Dilla mulai ngerajuk lagi. Yanti mesti ekstra sabar menghadapi putri semata wayangnya itu. Akhir akhir ini kelakuannya aneh, segala permintaannya harus dituruti. Dia tidak mau nurut, suka ngambek, egois, suka nangis dan lainnya. Terkadang lelah juga Yanti menghadapinya. "Ni pasti gegara papa yang selalu manjain Dila, apa apa diturutin, gini deh jadinya", guman Yanti dalam hati. Wajah manisnya jadi sewot. "Kata orang kalau anaknya tiba tiba berubah, ia akan segera punya adik lagi", ujar buk Hindun ketika Yanti curhat tentang putrinya. Benar juga kata buk Hindun, bisik Yanti dalam hati sambil tersenyum, aku baru memakai tespek tadi pagi ternyata ada dua garis merahnya. --- #fiksi(10) #belajarmenulisfiksi ...

Aqad Nikah

Lelaki berdasi ( Aqad Nikah) Rombongan mempelai pria tiba, beberapa orang masuk ke mesjid, sebelum duduk, calon pengantin pria dan yang lainnya shalat dua rakaat untuk menghormati mesjid, mereka melaksanakan shalat Tahiyatul mesjid. Pak Marwan dan beberapa orang lainnya menyambut mereka. Hari ini pak Marwan bertindak sebagai wali nikah bagi putrinya. Sebelum acara aqad calon mempelai wanita juga di panggil dan di dudukkan di barisan belakang bersama perempuan yang lain. Semua rukun dan syarat nikah sudah lengkap, sekarang akan kita mulai acaranya, kata pak qadhi (penghulu), kepada yang hadir. Pak penghulu mempersilahkan pak Marwan dan calon mempelai pria duduk berhadapan. Seraya memegang tangan calon pengantin, pak Marwan selaku wali nikah mengucapkan ijab. "Saya nikahkan engkau Herman bin Harun dengan anak saya Siti Sarah binti Marwan dengan mahar 20 Mayam emas dibayar tunai" ucap atau ijab pak Marwan kepada Herman calon mempelai pria. Kemudian Herman menyamb...

Lelaki berdasi part-1

Orang itu berjalan di antrian tamu undangan laki laki. Pakaiannya tampak sedikit kusut dan sederhana, tangannya menjinjing sebuah tas ransel bewarna silver. Seorang pemuda berbadan tegap terlihat menghampiri, tangan menunjuk ke arah belakang rumah. lelaki tua itu terdiam, lalu mengikuti arah langkah pemuda itu. "Bapak di sini saja, bantu bantu yang diperlukan sama orang orang ini". Ucap pemuda tersebut sambil menunjukkan piring kotor bekas makanan. "Iya pak, jawab lelaki itu sambil tersenyum. Kemudian pemuda itu meneruskan pekerjaannya kembali mengatur dan menyambut tamu. Jeda waktu beberapa saat sebuah mobil sedan mewah berhenti di depan rumah, seorang lelaki muda dengan stelan jas hitam serta dasi bewarna biru muda turun. Sepatunya mengkilat senada dengan pakaian yang ia kenakan. Pemuda itu dengan ramah menyambutnya. kemudian mengantarnya ke tempat makanan di barisan tamu VIP. "Maaf mas, terima kasih, saya hanya ingin menjemput Dr. Marwan", k...

Lelaki berdasi part 2 (Walimatul 'ursy)

Bapak Marwan sudah mengganti pakaiannya dengan baju sarimbit keluarga, beliau akan menjadi wali nikah putrinya. Aqad nikah akan di adakan di Mesjid Nurul Iman pada jam 11.00.WIB yang tidak jauh dari rumahnya. Pak Marwan dan keluarga sengaja menggelar aqad nikah di mesjid tersebut, rencananya setelah aqad akan lansung di adakan acara walimah. Sebenarnya bisa saja bagi orang sekaya dan selevel pak Marwan membuat acara di tempat lain, misalnya di gedung kayak orang orang, namun semua itu tidak beliau lakukan, beliau lebih memilih rumahnya yang ada di kampung tempat gelar acaranya, karena halamannya yang luas dan rumahnyapun baru di renovasi sebulan yang lalu. Di samping itu sebahagian besar family atau keluarga besarnya ada di kampung, sehingga dapat terjalin silaturrahmi antara sesama keluarga besar, serta saling menjaga kekompakan dalam menyukseskan acara, Siti anaknya Pak Marwan yang menjadi calon mempelai juga menginginkan tempat acaranya di kampung. Pak Marwan mendekati ...

Kenangan Terindah

Setelah menunggu beberapa saat, sebuah minibus berhenti tepat di hadapan Rina. "Mau kemana dek?, tanya pak sopir dari dalam mobil. "Banda bang", jawab Rina lugas. Pak Sopir segera berlari dan membukakan pintu. "Silahkan..masuk dek", ujar pak sopir lagi dengan ramah. Rina menaiki mobil dan menduduki bangku yang tersisa di belakang sopir. Ia duduk di bangku paling kiri, sementara di tengah ia biarkan kosong. Sedangkan di sebelah kanan ada seorang ibu dengan bayi yang berusia sekitar satu tahun setengah. Bayinya sangat cantik dan sedang tertidur lelap di pangkuan ibunya. Rina menoleh ke arah bayi dan ibunya. Ibunya hanya tersenyum sambil mengibas ngibas bayinya agar tidak terbangun. Rina bergumam dalam hati, "masyaallah cantik sekali bayi ini, seandainya aku punya bayi, sudah seumuran dia". Batin Rina bergejolak. "Astaghfirullah al adhim, ngomong apa sih aku ini, mungkin ini Allah kasih yang terbaik untukku". Rina segera...

Buah Kesabaran

Ia bernama Lidia Hastuti, salah seorang pelajar di SMA Bukit Aksara. Memiliki Wajah yang sangat cantik, kulitnya putih dan halus, serta rambutnya panjang terurai, tapi semua itu tak pernah ia perlihatkan kepada yang bukan mahram, ia selalu menutupnya dengan hijab dan pakaian syari yang selalu ia kenakan. Ia tinggal di sebuah rumah sederhana, bersama ayah dan ibu serta seorang kakak lelakinya dekat dengan perbukitan. Ia berusia 18 tahun, dan baru lulus dari bangku SMA. Semua kawan kawannya mulai sibuk dengan persiapan tes masuk Perguruan Tinggi. Mereka melakukan persiapan dengan berbagai cara, mulai dengan ikut Bimbel ataupun belajar mandiri. Pendaftaran dilakukan secara online, banyak dari teman Lidia sudah mendaftar seperti Santi, Alia, Raihan dan lainnya. Sebenarnya Lidia sangat ingin kuliah, apalagi termasuk siswa yang pintar dan berprestasi. Namun niat tersebut ia urungkan karena mengingat penghasilan orang tua yang tak seberapa.Lidiapun sudah merasa pesimis dengan na...

Ayah yang Pemarah

"Hei, kenapa jam segini baru pulang, kalian juga, pulang sana", bentak pak Eko sambil berkacak pinggang di depan Aldi dan teman temannya di depan pintu pagar ketika baru tiba. Mereka pulang dari rumah bu Miftah dosennya yang meninggal akibat kecelakaan tiga hari yang lalu. Mendengar bentakan dari ayah Aldi, teman teman Aldi memilih untuk meninggalkan kediaman Aldi dan keluarga.. Apalagi mereka juga kena usir tadi. Aldi sangat malu dengan prilaku ayahnya, ayahnya selalu marah marah, sedikit kesalahan yang dibuat, pasti akan berakibat besar. Aldi seorang mahasiswa semester lima di universitas negeri. Ayahnya seorang wiraswasta dan ibunya berprofesi guru PNS. Aldi pulang ke rumah karena pandemi covid 19. Kampusnya membuat kebijakan dengan memnuat pembelajaran daring. Kesempatan itu digunakan untuk pulang ke kampung halaman supaya lebih dekat dengan keluarganya. Selama Aldi di rumah, selalu saja mendapat omelan dari ayahnya. Aldi berusaha sabar menghadapi sikap ka...

Tamu undangan

Orang itu berjalan di antrian tamu undangan laki laki. Pakaiannya tampak sangat sederhana, tangannya menjinjing sebuah tas ransel bewarna silver. Dengan segera seseorang berbadan tegap dan berseragam lengkap menghampiri, lalu mengajaknya ke arah samping. Bapak itu hanya terdiam dan memenuhi keingina petugas. "Bapak di sini saja, bantu bantu yang diperlukan sama orang orang ini". Kata petugas tersebut sambil menunjukkan beberapa orang sedang mencuci piring kotor bekas makanan. Jeda waktu beberapa saat sebuah mobil sedan berhenti di depan rumah, seorang lelaki muda dengan stelan jas hitam lengkap serta dasi bewarna biru turun. Seorang petugas segera menyambut, dan mempersilahkan ke tempat makanan di barisan tamu VIP. "Maaf mas, terima kasih, saya hanya ingin menjemput Profesor Marwan", kata lelaki berjas hitam sambil menyebutkan ciri cirinya. Petugas itu tersentak kaget dan segera berlari ke belakang. #Fiksimini #Inongliterasi #Inongacehteumeleh ...

Musibah membawa berkah

Tanahnya belum mengering, tetapi wangi pekerjaannya begitu harum. Semua yang satu jurusan dengannya menanti lowongan yang ia tinggalkan. "Dengar dengar Bapak Rian udah meninggal ?" tanya Ibu Yuni pada Bapak Basri, Wakil Kepala Sekolah SMAN Bukit Aksara ketika mereka bertemu tadi pagi di jalan. Iya..buk, baru dua hari yang lalu, jawab Bapak Basri. "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, begitu cepat pak Rian meninggalkan kita, semoga keluarganya tabah", ujar buk Yuni dengan nada bersimpatik. Keesokan harinya Kepala sekolah mengabarkan bahwa ibu Yunita S. Pd akan menggantikan almarhum Bapak Rian untuk mengajar sebagai pemenuhan akibat jam sertifikasi. "Secepat itu kah ? Kenapa tak menunggu hingga tujuh hari ?"ujar Bapak Basri seolah tak percaya. #Fiksi mini #Inongliterasi #Inongacehtumuleh

Pertemuan dengan Calon Mertua

"Perkenalkan nama saya Malik Om, Malikul Alam, tepatnya", kataku memberanikan diri berkenalan dengan lelaki bertubuh tegap di depanku. Umurnya sebaya dengan bapakku. Kami saling berjabat tangan, kemudian ia mempersilahkan aku duduk di kursi ruang tamu berwarna silver.  Aku terlihat masih sedikit gugup, butuh beberapa saat untuk menenangkan diri. "Udah lama kenal Sinta?, tanyanya tiba tiba menghangatkan suasana. udah empat bulan Om, jawabku dengan suara sedikit gugup. "Oh...masih empat bulan" katanya lagi  " Nak Malik, bagi om tidak masalah lama atau tidaknya kalian berkenalan, yang penting kalian sudah merasa cocok, sudah mengenal satu sama lain, perkenalan lama tidak menjamin langgengnya suatu hubungan, begitu juga sebaliknya, yang terpenting kualitas hubungan itu. terkadang orang udah lama saling mengenal,  udah sepuluh, dua puluh tahun, bahkan lebih, tetap saja merasa kurang cocok. Lelaki itu berhenti sejenak sambil melihat ke arah om Sinta yan...

Cerpen Meniti Asa

Lidia Hastuti, seorang gadis asal desa Sentosa yang mempunyai paras jelita layaknya cinderela. Wajahnya yang cantik dan imut dengan bulu mata yang lentik di tambah dengan kulitnya yang putih dan halus membuat kagum bagi yang melihatnya. Tapi semua itu tertutupi dengan rapi bersama hijab panjang dan pakaian syar'i yang ia kenakan. Ia berusia 18 tahun, dan sebentar lagi lulus dari  SMA. Ia tinggal bersama dengan kedua orang tua serta 2 orang saudara lelakinya di sebuah rumah sederhana.  Pendaftaran ujian masuk ke Perguruan Tinggi Negeri  sudah di mulai, teman teman Lidia sudah mulai sibuk menyiapkan diri untuk mendaftar, segala persiapan yang diminta sudah di lengkapi, pendaftaran di lakukan serentak serentak secara online. Sebenarnya Lidia sangat ingin mendaftar kuliah, apalagi ia termasuk siswa berprestasi di sekolahnya. Tetapi ia urungkan niat, karena mengingat penghasilan orang tua yang hanya cukup untuk makan sehari hari. Ia hanya melihat kesibukan teman temanny...

Cerbung Tegar-3

Selama masa sosial distancing kami tetap berada di rumah mengikuti anjuran pemerintah. Untuk mengatasi rasa bosan aku memanfaatkan waktu senggang dengan belajar online. Banyak ilmu yang ku dapatkan, semoga dapat ku manfaatkan untuk aku dan anak didikku. Tit tut..ti tut.. hpku berdering, segera aku melihatnya, ada beberapa pesan wa yang masuk, ada dari grup alumni, grup belajar online, grup sekolah, dan ada juga yang dari suamiku. Duh...jantungku berdebar, ada apa gerangan, mengapa suamiku tiba tiba mengirim pesan wa untukku, biasanya ia lebih suka menelpon daripada menulis pesan. Ku buka pelan pelan, ternyata suamiku megirimkan aku sebuah vidio, aku menyaksikan vidio tersebut sampai air mataku keluar, aku sangat terharu... Aku mencoba mengikuti alur musiknya, kebetulan aku juga bisa nyanyi sedikit sedikit walau di kamar mandi he he...Aku mengulang membuka vidio youtubenya, hingga hampir terhafal liriknya. Siti khadijah istri Rasulullah....romantis sekali lagunya..... Aku te...

Cerbung Tegar-2

Berita kedekatan pak Alvin dengan buk Silvia semakin viral, bahkan sampai ke kawan guru di luar sekolahnya, tetapi pak alvin selalu menutupinya dengan rapat. Misal ada keluarga dekatnya yang bertanya, Bapak Alfin selalu menyembunyikannya. "Fin, dengar dengar kamu udah nikah lagi, selamat", ucap Randi suamiku, suatu ketika. Tetapi Pak Alfin selalu membantahnya. "Apaan sih kamu Ran, ada ada aja kamunya, mana mungkin aku menikah lagi, aku sangat sayang pada keluargaku", ucap Alfin suatu ketika, "Baguslah kalau begitu", jawab Pak Randi sambil memegang pundaknya. Pak Randi sangat tahu tentang karakter dan tingkah laku Alfin, mereka berasal dari satu kampung yang sama dan berkawan mulai dari kecil. Bahkan Randi pernah menikah dengan adik Alfin yang kini sudah meninggal karena sakit. Alfin wajahnya biasa biasa saja, ia hanya seorang guru biasa, ia tinggal di rumah petak sederhana di kampung bersama anak istrinya. Tidak ada yang istimewa darinya, ia juga...

Angpou yang Tertukar

Aku anak kedua dari empat bersaudara, usiaku 24 tahun, dan aku baru saja menikah. Ibuku sudah meninggal setahun yang lalu karena sakit, sementara bapakku kini sudah menikah lagi. Sebagai anak perempuan tertua, aku sangat bertanggung jawab terhadap adik adikku, memasak, dan menyiapkan berbagai keperluan mereka. Aku selalu ingat pesan terakhir almarhumah mama. "kalau mama duluan pergi dari dunia ini, jagalah adik adikmu dengan baik, sekolahkan si Mona dan si bungsu Faizul ke pesantren." Almarhumah mama sangat baik orangnya. Beliau sangat perhatian, suka berbagi dan menolong orang orang, terutama kepada saudara saudaranya. Tadi pagi aku dan suami menghadiri undangan khenduri dari miwa Nis. Miwa Nis kakak tertua almarhumah mamaku. Suamiku baru pertama bertandang kerumahnya, dan ketika pulang suamiku di hadiahi angpou oleh Miwa. Aku sangat terharu dan tersanjung. Miwaku sangat peduli dan menghormati suamiku.  Setelah sampai di rumah kami segera membuka angpaunya, ternyata ...

REMPEYEK CIRASA

Gambar
REMPEYEK CIRASA Rempeyek atau peyek merupakan salah satu cemilan yang digoren yang terbuat dari tepung beras dicampur dengan air, lalu di berikan bumbu serta ditambahkan kacang tanah atau kacang kedelai. Banyak orang menyukai rempeyek, biasanya dijadikan sebagai cemilan menemani santai ataupun dijadikan lauk untuk dimakan bersama nasi atau bakso. Rasanya yang renyah dan kriuk kriuk membuat orang yang memakannya seakan  tak mau berhenti. Biasanya kami membeli rempeyek pada kak Nani, rempeyek kak Nani sangat gurih. Kak Nani sangat lihai dalam membuat serta mengolahnya. Kak Nani menerima pesanan rempeyek dari orang orang yang ingin membelinya, baik dalam partai besar maupun kecil. kalau lebaran tiba, sangat banyak pesanan rempeyek yang mengalir pada Kak Nani.Harganya pun terjangkau. Rp. 60.000,- perkilogram. Di   hari biasa selain lebaran kak Nani juga membuatnya, rempeyek itu di bungkus dalam plastik kecil dengan harga Rp. 2000.- per plastik. Rempayek bua...